Rabu, 05 Desember 2012

MALU BUKANLAH MINDER


MALU BUKANLAH MINDER
Solikan,S.Pd - khan35.blogspot.com
Malu merupakan salah satu akhlak yang sangat penting, akhlak yang sangat berpengaruh pada individu seseorang, keluarga dan masyarakat pada umumnya, Namun akhlak yang sekarang menjadi sangat asing tatkala hilang dari diri seseorang dan tak akan dapat kita pungkiri masyarakat akan menjadi rusak.
Tetapi jika kita berpegang dengan akhlak yang satu ini yang jelas masyarakat akan menjadi suci dan bersih, sebaliknya jika kita menjauh dari akhlak ini maka permaslahan di masyarakat akan semakin bertambah.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan malu itu? Apakah seseorang yang pemalu? Atau seseorang yang mempunyai rasa malu,,,,,Di sini malu dapat diartikan terkendalinya jiwa yaitu ia tidak bisa melakukan suatu perbuatan tercela atau sesuatu yang buruk/jelek. Jadi seseorang yang pemalu tidak bisa melihat dirinya hina di hadapan Allah, dihadapan manusia atau dihadapan dirinya sendiri.
Seseorang yang punya rasa malu adalah seseorang yang mulia di hadapan Allah, dihadapan manusia atau dihadapan dirinya sendiri. Maka daari pengertian tersebut diatas maka kita dapat sedikit memahami seakan –akan malu merupakan sebuah perasaan yang hidup yang berada di dalam jiwa, sebuah perasaan yang memuliakan jiwa dan segala kerendahan dan kehinaan.
Sebuah perasaan yang membuat beberapa kata seperti maksiat, dosa, menipu, mencuri, zina,dan sebagainya akan menjadi mustahil, seolah perasaan tersebut berkata “aku lebih tinggi dan lebih mulia daripada itu semua” dan Manusia yang paling sempurna adalah yang paling sempurna rasa malunya”
Yang jadi pertanyaan apa bedanya minder dengan malu?
Banyak orang yang mengira bahwa malu artinya rendah diri dan minder, sebenarnya antara minder dan malu amat jauh perbedaannya, minder dapat diartikan oleh para psikolog sebagai kebingungan yang muncul pada diri manusia sebagai akibat dari situasi tertentu, misalnya ketika murid ditanya sama Guru dan si murid  tersebut minder dan tidak bisa memaparkan pandangannya secara jelas. Minder bersumber dari sifat pengecut dan rasa takut, pribadi yang minder adalah pribadi yang lemah yang tidak mengetahui nilai dirinya, sedangkan malu adalah adalah kebalikan dari itu, malu bersumber dari pribadi yang kuat, pribadi yang menyadaari nilai dirinya. Dan Ia merupakan pribadi yang mulia yang enggan melakukan perbuatan tercela.jadi minder dan malu bukan kata yang searti tetapi keduanya sangatlah berlawanan.
maka kita bisa bertanya pada diri kita sendiri apakah saya malu? minder? atau ,,,,,,,(lanjut)
Referensi : Sumber akhak mulia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar