Senin, 19 November 2012

SETIA


APAKAH ENGKAU ORANG YANG SETIA?
Apakah engkau orang yang setia? Tampaknya engkau langsung akan menjawab, “Ya, aku setia. Aku tidak akan pernah melupakan sebuah kebaikan.”

Itu merupakan sebuah jawaban yang paling baik, kirannya semoga Allah meletakkannya dalam timbangan kebaikanmu. Tapi aku ingin engkau sedikit berfikir, aku akan memberikan pertanyaan kepadamu dan setelah itu aku akan kembali bertanya apakah engkau orang setia??
Setia, sebuah kata yang sangat indah untuk kita dengarkan, kata yang disenangi kalbu, lihatlah bagaimana perasaan kita terhadap orang yang sangat seti. Terasa aman, nyaman dan tenang. Engkau bisa merasakan betapa setia merupakan katup pengaman dalam berinteraksi dengan menusia.

Engkau tidak bisa meminum kopi tanpa gula. Bukan? kopi ibarat kehidupan dan gula ibarat kesetiaan, dan ketahuilah bahwa engkau terkadang tidak akan bisa meminum kopi tanpa gula.

KESETIAAN DAN LIMA PERTANYAAN
Sikap setia terangkum dalam lima pertanyaan apabila engkau menjawab seluruh pertanyaan dengan kata “Ya”,? Berarti engkau termasuk orang yang setia. Tetapi jika engkau menjawab dengan kata tidak maka berarti...Kelima pertanyaan tersebut adalah:
1.      apakah engkau orang yang setia Allah?
2.      Apakah engkau setia pada Rasulullah SAW?
3.      apakah engkau setia dalam berinteraksi dengan manusia?
4.      apakah engkau setia kepada orang yang berbuat baik dan telah berjasa kepadamu?
5.      apakah engkau setia kepada orang yang pernah kau kenal dalam hidupmu?
Kelihatanya engkau membaca semua pertanyaan di atas dengan biasa-biasa saja. Engkau melewatinya tanpa acuh. Yang dituntut bukan sekedar membacanya, akan tetapi menjawabnya, ayo baca lagi semua pertanyaan itu dan mulailah menjawabnya sekarang. Kedengarannya engkau berkata, “ Tetapi aku belum memahami maksud dari setiap pertanyaan diatas.”

Kalau begitu sekarang mari pasang hati dan akalmu. Niatkan bahwa dengan membaca dan memahami, engkau akan menjadi orang yang setia, Insa Allah. Apakah engkau siap?.
Nabi SAW. Bersabda,”Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.”

Sebuah hadits yang sangat jelas dan tegas, hadits tersebut tidak bebarti menafikan islam dari orang yang tidak menepati janji dan tidak dianggap sebagai muslim. Tetapi maksudnya imanmu tidak ssempurna.

Wahai orang yang berkhianat, wahai orang yang melanggar, wahai orang yang tidak menepati janji. Hati-hatilah imanmu tidak sempurna kecuali dengan sikap setia. Karena itu hendaknya yang menjadi panji kita dalam bersikap setia ini adalah ,”tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.”

ISLAM SATU KESATUAN YANG TIDAK TERPISAH
Mari kita tanya diri kita dengan pertanyaan pertama: Apakah kita setia kepada Allah? Sebelum menjawab engkau perhatikan sesuatu? Pada setiap akhlak, kita menemukan sebuah hubungan yang menakjubkan, yaitu hubungan setiap akhlak dengan Allah. Dalam Ihsan, kita temukan ihsan kepada Allah. Dalam amanah, kita temukan amanah terhadap sesuatu yang Allah titipkan kepamu. Begitu seterusnya. Akhlak adalah bagian yang tidak boleh dipisahkan dari akidah islam. Islam adalah satu kesatuan yang tidak terpisah. Tidak boleh mengambil satu bagian dan meninggalkan bagian yang lain.
Hidup manusia tidak akan lurus kecuali jika mengambil Islam sebagai sebuah tatanan yang utuh. Tidak mengambil sebgaian dan meninggalkannya sebagian dari islam.
Dan lihatlah sebagian orang yang mengambil sebagian dari islam dan meninggalkannya sebagian yang lain, engkau akan melihat sebuah kepribadian yang bengkok, tidak disiplin,. Dan sungguh merupakan agama yang agung yang telah mencetak sosok-sosok besar.
1.      Setia Kepada Allah
2.      Setia kepada Rasulullah SAW
3.      Setia kepada manusia saat berinteraksi dengan mereka
4.      Setia kepada orang yang baik kepadamu
5.      Setia kepada setiap orang yang  kau engkau kenal dalam hidupmu.
Maka dari itu ayo peganglah sikap setia dengan sungguh-sungguh. Tidakkah engkau ingin meninggikan panji kebenaran. Ayo tinggikan panji kesetiaan di setiap medan dan di setiap tempat. Konsistenlah di dalamnya dan bersabarlah, ketahuilah bahwa sikap setia memperindah manusia. Ketika memuji Nabi Ibrahim, Allah Berkata, “Dan Ibrahim yang setia.”(Q.S. Al-Najm:37)
            Beliau memang setia dalam semua hal, setia terhadap apa yang mampu beliau mampu lakukan. Dan kurasa engkau akan berusaha dan bersungguh-sungguh untuk menjadi orang setia. Engkau telah mengetahui bagaimana caranya menjadi orang setia terhadap semua orang yang berbuat baik kepadamu.

Referensi : berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar