Selasa, 06 November 2012

APA YANG TUHAN INGINKAN DARIKU


Lanjutan dari  “CINTA TUHAN BAGI ORANG YANG BERBUAT BAIK”

Tidaklah sulit untuk menemukan dalam Alqur’an apa yang Allah harapkan dari orang-orang yang sungguh-sungguh beriman, Alqur’an berulang-ulang menggambarkan mereka sebagai “ orang-orang yang berbuat baik” Seperti kita ketahui, mengingat tujuan utama kehidupan kita adalah mencintai dan dicintai Allah, iman menjadi amat sesensial sebab kita takkan dapat berkomunikasi akrab dengan orang yang kita benci.
Namun tidak jelas bagaimana kehidupan yang benar  yang dapat mendekatkan diri dengan Allah. Jawaban klasiknya adalah bahwa Allah maha baik, perbuatan baik kita akan menyenangkan-Nya dan perbuatan jahat kita akan mengecewakan-Ny, Tetapi bukankah Dia dapat menciptakan kita kalis dari dosa, melewatkan pentas kehidupan dunia begitu saja, langsung memasukkan kita kesurga, dan senang dengan kehidupan kita sadari awal. Jika iman kepada Allah dan kehidupan yang benar di dunia akan mendekatkan diri kita dengan-Nya, ini pasti terjadi dengan suatu cara yang signifikan, sebab tak akan ada perbuatan allah yang tiada berguna.
Aneka macam perbuatan baik yang dilukiskan dalam Alqur’an berada dalam kerangka berikut ” Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan oleh mereka” walaupun Alqur’an  memberikan banyak contoh perbuatan baik hanya segelintir contoh yang sedikit menyingkap rahasia ini, dan tak ada penjelasan langsung mengenai hubungan antara perbuatan baik dan kedekatan dengan allah. Aku agak terkejut dengan penegasan Alqur’an  yang kuat pada aktivitas sosial, “berjuang di jalan allah” dan “menganjurkan perbuatan baik dan menentang perbuatan jahat”. Meskipun tak merasa keberatan dengan anjuran bertindak adil, aku tak menyangka Alqur’an  amat menekankan aktivitas sosial dan politik, lantaran aku terbiasa memandang agama sebagai urusan pribadi. Konsep bahwa iman meliputi tindakan nyata menuju reformasi sosial menggugahku untuk semakin mempertanyakan hubungan antara altruisme dan kedekatan dengan Tuhan.
Dengan harapan dapat menemukan suatu petunjuk, aku membuat sebuah daftar pendek tentang aneka perbuatan baik yang di anjurkan oleh Alqur’an. Sama sekali tak mengejutkan bahwa perbuatan baik yang di maksud secara umum dikenal sebagai kebajikan. Kita diharuskan misalnya untuk bersikap baik, berkasih sayang, memaafkan orang lain, berbuat adil, melindungi yang lemah, membela kaum yang tertindas, mencari ilmu dan kearifan, bersikap ramah, berlaku jujur, bersikap santun, berlaku damai dan mencintai orang lain.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Q.S.19:96)
Kita harus mengajak dan mendorong orang lain untuk mengemalkan nilai-nilai kebajikan ini dan, sebagai implikasinya, mempelajari serta menanamkan nilai-nilai itu dalam diri mereka. Cerita-cerita tentang Nabi-Nabi memperlihatkan bagaimana mereka menerima nilai-nilai kebajikan tersebut, tetapi banyak orang menolak mereka.
Tak ada perbuatan baik dalam daftarku itu yang mempunyai keistimewaan tersendiri, tak ada petunjuk mengapa penderitaan manusia tak dapat dielakkan, tak ada informasi mengapa kita tak ditakdirkan untuk mencintai allah. Alqur’an hanya menandaskan bahwa kita disuruh berbuat baik, bersikap ramah, me;indungi orang lain, memaafkan orang lain, berlaku damai, bertindak bijaksana, mencari ilmu, mencintai dan seterusnya.
Pikiranku masih terus melayang-layang. Aku bisa mengerti bagaimana perbuatan-perbuatan baik itu dapat melahirkan kebahagiaan, tetapi bagaimana mereka akan mendekatkan hubungan kita dengan Tuhan?
Referensi : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar