Selasa, 06 November 2012

CINTA TUHAN BAGI ORANG YANG BERBUAT BAIK


CINTA TUHAN BAGI ORANG YANG BERBUAT BAIK

Alqur’an sering kali membicarakan cinta Allah. Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik, bertobat, menyucikan diri, bertaqwa, sabar, tawakal, menegakkan keadilan dan berjuang di jalan  Allah dan orang-orang mukmin pada gilirannya mencintai allah SWT.
Dan di antara manusia terdapat orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah SWT, mereka mencintai sebagaimana mencintai Allah SWT. Sementara itu, orang-orang yang beriman amat sangat mencintai Allah SWT (Q.S.2:165)
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah , ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S3:31)
Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. (Q.S.5:54)
Perlu digaris bawahi bahwa Alqur’an menggambarkan Allah secara nyaris eksklusif dalam konteks hubungan-Nya dengan orang-orang mukmin, yaitu mereka yang bersungguh-sungguh mencintai Allah dan memelihara kesungguhan itu. Sebaliknya orang-orang yang berbuat zalim para tiran, agresor, koruptor, penjahat, pendusta agama, pelanggar hukum, pemboros, penghianat, dan pelaku ketidakadilan mengingkari hubungan cinta ini, Meskipun hal-hal yang adatnya kita asosiasikan dengan perawatan, kebaikan, kebenaran, ampunan, dan seterusnya Allah berikan kepada setiap orang  secara berlimpah, Cinta-Nya benar-benar hanya diperuntukkan bagi mereka yang memilih untuk merengkuh cinta-Nya dan mencintai-Nya. Dengan perkataan lain ketika membicarakan sebuah hubungan timbal balik. Yang dengan sukarela dijalin oleh Allah dan orang-orang mukmin, yakni sebuah hubungan yang ditampik oleh banyak orang.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya Alqur’an menyatakan bahwa tindakan dan pilihan kita takkan berpengaruh pada Allah, bahwa manusia-manusia sendirilah yang akan mendapat keuntungan atau kerugian dari tindakan dan pilihan mereka. Akan tetapi, Alqur’an menunjukkan bahwa  Allah menciptakan kehidupan dunia ini dengan maksud untuk menumbuhkan orang-orang yang berbagi cinta dengan-Nya. Ada yang dapat menggapai Cinta-Nya dan ada pula yang  tidak, tetapi Alqur’an menjamin akan ada orang-orang yang dapat melakukannya, dan membidani lahirnya orang-orang semacam ini menjadi obyek kehidupan manusia di dunia.
Maka timbullah pertanyaan dalam benak”bagaimana kehidupan yang benar dan dapat mendekatkan hubungan kita dengan Tuhan?? Aku bisa mengerti bagaimana kehidupan yang benar akan meningkatkan kualitas eksistensi kita, bagaimana ia memberi kita harga diri dan ketentraman batin, tetapi bagaimana ia dapat membuat kita lebih dekat dengan-Nya?? Tak dapatkah kita merajut hubungan seperti itu tanpa berjuang dan menderita di dunia ini??/Tak dapatkah kita ditakdirkan untuk mencintai Tuhan?? Selanjutnya aku akan mengupas pertanyaan-pertanyaan ini ( lanjutannya “APA YANG TUHAN INGINKAN DARIKU” )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar