Kamis, 17 November 2011

KONDISI SMP SATU ATAP JUGOSARI DI LUMAJANG

MENENGOK SMP SATU ATAP JUGOSARI DI LUMAJANG
"Sebagai guru, saya dapat bersaksi bahwa hambatan utama bagi perkembangan, pertumbuhan, dan kemajuan manusia di tingkat individu, organisasi dan sosial, tanpa terkecuali, semuanya adalah ketakutan dalam berbagai bentuk." 

 ( Foto Halaman SMP Satu Atap Negeri Jugosari Lumajang)

Letak Geografis

Kecamatan candipuro mempunyai Luas Wilayah 144.93 Km2 yang terletak pada 12* 57' 23" - 113* 07' 08" BT dan 8* 7' 14" - 8 * 18' 00" LS Kecamatan Candipuro dibagi menjadi 10 Desa yaitu: Jugosari, Jarit, Candipuro, Sumberejo, Sumberwuluh, Sumbermujur, Penanggal, Tambahrejo, Kloposawit dan Tumpeng.. Batas Kecamatan Candipuro yaitu di sebelah utara Kecamatan Pasrujaambe, disebelah Timur Kecamatan Pasirian, sebelah selatan Kecamatan Tempursari dan sebelah barat Kecamatan Pronojiwo.

Desa/kelurahanyang ada di wilayah kecamatan Candipuro antara lain: Desa jugosari, Desa jarit,Desa candipuro, Desa Sumberejo, Desa sumberwuluh, Desa sumbermujur, Desa penanggal,Desa tambakrejo, Desa kloposawit dan Desa tumpeng

Penduduk yang ada di kecamatan Candipuro menurut jenis kelamin sebanyak 59.037 jiwa , terdiri dari 27.779jiwa penduduk laki-laki, dan 31.258 jiwa penduduk perempuan, sedangkan kegiatan penduduk kecamatan candipuro yaitu:umunya pembuat gula kelapa, pertanian pangan, pertanian sayur dan pertanian buah seperti salak, melon dan semangka, juga kebanyakan bekerja penambangan pasir dan batu

·    
  Kondisi sosial ekonomi dan geografis inilah yang menyebabkan warga Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang masih ada yang kurang mementingkan pendidikan. Ditambah dengan pengaruh ligkungan yang kurang mendukung kearah tingkat yang lebih baik taruhlah contoh banyak kasus yang terjadi sekarang ini seperti kasus kenakalan remaja, narkoba, sampai pada kasus sex bebas yang sudah merambah alam pedesaan. hal ini sudah terbukti beberapa kasus yang menimpa pada anak usia SMP di Candipuro. Dengan kendala dan permasalahan di atas kami dan teman-teman berusaha berjuang semampu kami dengan memberi pengarahan dan minimal kitta harus memberikan contoh yang baik baik kepada anak-anak yang menjadi korban atas ketidakmampuan  dan ketidakberhasilan dalam melihat permaslahan yang ada. Untuk itu kami dan teman -teman selain berusaha juga berharap dukungan dari berbagai fihak yang terkait misalnya para orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan pemerintah untuk bersama-sama membatu memberikan sumbangan pemikiran atas permasalahan yang terjadi pada anak-anak kita calon generasi muda bangsa.
Fasilitas yang ada di SATAP Jugosari seperti bangunan kondisinya bagus yang terdiri dari 3 rombel satu kantor (ruang guru,tu,perpus,ruang tamu), Kamar kecil untuk siswa dan guru serta fasilitas lapangan bola voly,
Kami dan teman-teman GTT berjuang untuk mencerdaskan orang tuanya, saudara dan tetangganya dengan mengabdi menjadi Guru SMP Satu Atap Negeri Jugosari Candipuro.  Selain itu, Kami dan teman-teman GTT juga mengabdikan diri di SMP Negeri 3 Candipuro yang merupakan sekolah Induk dari SATAP Jugosari Sejak berdiri.


Selain menjadi GTT, Kami dan teman-teman GTT juga, mencari tambahan penghasilan di luar kegiatan mengajar di Sekolah untuk mendapatkan tambahan pemasukan untuk kehidupan keluarga kami.

Mengabdi menjadi guru tidak tetap (GTT) di SMP dan SATAP memang sudah menjadi tanggung jawab kami atas kepercayaan lembaga kepada kami, adapun honor yang kami terima tidak sama tergantung banyaknya jam perminggu dengan nilai perjam Rp.12.000 jadi misalkan saya mengajar 6 jam/minggu (24 jam perbulan) honor yang kami terima ya.. RP. 72.000/bulan di tambah honor di satap antara Rp.20.000 sampai Rp. 40.000 tergantung keadaan, jadi jika digabung Honor kami dalam satu bulan Rp. 112.000 itupun kalau tepat waktu, (maaf kadang-kadang menunggu keuangan Sekolah), merupakan jumlah yang patut kami syukuri insaallah............. meskipun jauh sekali dibandingkan dengan teman-teman yang sudah statusnya pegawai negeri.......... Muda-mudahan pemerintah tidak hanya menengok dan menanyakan keadaan kami tetapi lebih dari itu perhatikan nasib kami (GTT) Adapun kebahagiaan kami sesama GTT di SATAP yaitu ketika anak-anak didik kami datang dengan semangat untuk sekolah sehingga kami tidak harus menjemput kerumahnya untuk datang kesekolah. Dulu diawal sering kami menjemput anak-anak yang masih dirumahnya maklum keinginan mereka untuk sekolah sangatlah kurang, bahkan ada yang sudah bekerja membantu orang tuanya disawah dan laki-lakinya biasanya mengambil nira kelapa. 

Tetapi sekarang sebagian dari mereka (anak-anak satap) alhamdulillah mereka sudah mau berangkat sendiri meskipun maaf ketika kita sodorkan materi pelajaran yang sama dengan SMP Negeri  mereka kecenderungan tidak maksimal dalam belajar,  hal ini yang membuat kami berfikir menyesuaikan dengan kemampuan kami, akhirnya kami mencoba untuk mencari cara bagaimana memadukan bahan ajar dengan kesenangan anak-anak disini, terutama kami sesuaikan dengan keadaan lingkungan tempat tinggal mereka, ada yang kami ajak untuk melakukan kegiatan yang sekiranya ada hubungan dengan materi pelajaran yang ada meskipun sifatnya sederhana hanya untuk mendorong semangat agar mereka ada kemauan dan merasa nyaman dan senang untuk belajar, juga mereka (anak-anak satap) kami ajak ke lokasi banjir dengan mengenal alam dan dampak akibat yang disebabkan,dll.
Kami berharap mudah-mudahan hari esok atau lusa ada hasil positif kearah yang lebih baik untuk anak-anak kami disatap khususnya dan SMP pada umunya, serta teman semua teman-teman Guru,  khususnya yang masih GTT ada perhatian dari pemerintah sehingga kesejahteraan kami diperhatikan amin, 

"Sebagai guru, saya dapat bersaksi bahwa hambatan utama bagi perkembangan, pertumbuhan, dan kemajuan manusia di tingkat individu, organisasi dan sosial, tanpa terkecuali, semuanya adalah ketakutan dalam berbagai bentuk."

  1. Satu fenomena khas dalam kehidupan: para juara sekali waktu pasti terjebak dalam rasa bangga dan percaya diri berlebihan.
  2. Ciri-cirinya: sang juara merasa tidak perlu lagi bekerja keras seperti dulu, tak perlu lagi belajar atau berlatih mati matian seperti sediakala.
  3. Akibat: kewaspadaan rendah, arogan, menganggap enteng terhadap pesaing dan melecehkan para kompetitor.
  4. Sampai suatu saat mereka terkejut: disalip, dikalahkan atau digusur selamanya. Mereka bangkrut lalu hilang dari peredaran. 
  5. Kuncinya: eling lan waspada, mawas diri dan waspada. Terus pelihara etos 7: kerja adalah kehormatan, kita harus bekerja tekun penuh keunggulan :)
  "Apabila orang bekerja berdasarkan panggilan jiwanya maka ia akan unggul melampaui yang biasa." (Max Weber)

PERJALANAN MENUJU SUKSES adalah sebuah perjalanan panjang penuh tantangan. Perjalanan ini sukar sehingga memerlukan energi rohani dalam bentuk motivasi kerja luhur untuk meraih sukses tersebut.Semangat inilah yang saya sebut sebagai roh keberhasilan yang secara alami selalu berkehendak lebih maju, lebih besar, dan lebih tinggi.


( mohon maaf jika ada redaksi yang kurang tepat ataupun salah )




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar