Kamis, 17 November 2011

Wisata Hijau Kebun Teh Kertowono di Lumajang

Wisata Kebun Teh Kertowono di Lumajang

Oleh : Solikan - khan35.blogspot.com
 Agro wisata Perkebunan Teh Kertowono yang terletak di Desa Gucialit Kecamatan Gucialit sekitar 20 Km dari Kota Lumajang. hamparan kebun Teh yang sangat luas, Pabrik Teh peninggalan Belanda yang masih beroperasi dengan baik menambah keindahan obyek wisata ini.



Berjalan kaki menyusuri kebun teh di bawah suhu sekitar 16 derajat Celsius menjadi keasyikan tersendiri. Berwisata alam ke Gunung Bromo atau Semeru, di sisi selatannya, belum lengkap bila tidak mencoba jalur pendakian alam di sekitar dua gunung terkenal di Jawa Timur itu. Kita akan melihat keelokan alam serta habitat tanaman dua gunung itu yang tidak pernah dijumpai sebelumnya.

Wisatawan, baik lokal maupun manca negara, umumnya menjamah dua gunung itu melalui jalan raya Desa Ngadisari, Kecamatan Sukopuro, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Atau melalui Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, sisi barat gunung Bromo. Bila menuju Gunung Semeru melalui jalur itu, cukup menyeberangi lautan pasir menuju desa Ngadas Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, lalu naik ke kaki hingga puncak Arcopodo Semeru. Rute pendakian lain ke Semeru melalui Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Salah satu rute pendakian yang praktis jarang disentuh para pewisata alam adalah melalui perkebunan Teh Kertowono milik PTPN XII. Lokasi ini tepat berada di timur Gunung Bromo dan Semeru, atau tepatnya di Kecamatan Guci Alit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Sepanjang sekitar 50 kilometer dari kantor PTPN XII Kebun Kertowono menuju Tengger, pendakian bisa dilakukan melalui tiga wilayah bagian kebun itu (afdeling) yakni Puring, Kamar Tengah, dan Kertosuko. Di atas ketinggian 650 hingga 1.250 meter dari permukaan laut (dpl) kita bisa melihat hamparan pepohonan teh (Camellia Sinensis) seluas 931,82 hektare.

Bapak Muji Santoso, administratur kebun itu, kepada Republika di Lumajang beberapa pekan lalu menjelaskan, teh tersebut berjenis teh hitam yang ditanam sejak tahun 1910 oleh NV Ticderman Van Kerchen (TVK), sebuah perusahaan milik pemerintah Belanda yang membuka lahan itu sejak 1875.
 
”Jenis mutu teh hitam yang Anda pandang dari sini hingga ujung itu sebenarnya hanya dua, ortodok dan CTC (Crushing, Tearing, Curling),” kata Muji. Berjalan kaki menyusuri kebun teh di bawah suhu sekitar 16 derajat Celsius menjadi keasyikan tersendiri.

Namun, jangan berharap menjumpai kerasnya jalan aspal. Kita cuma akan menemui jalan berbatu, berlumpur ketika hujan, dan menanjak. Beruntung bila menjumpai truk pengangkut teh kebun yang menuju salah satu petak tanaman teh yang sedang panen.

Truk itu sebagai penunda rasa lelah berjalan lantaran pendaki bisa menumpangnya. Tapi tak jarang pula truk itu terjerembab di jalan berlumpur. Para karyawan kebun teh sendiri harus rela menarik truk berpuluh-puluh meter jauhnya.
Pemandangan di pagi hari cukup menakjubkan. Kepulan asap puncak Semeru yang menjadi ciri aktivitas gunung tertinggi di Jawa ini menjadi penyegar mata. Terlebih ketika kepulan itu muncul di saat cuaca cerah. Bali, moment termahal di pantai itu kan melihat matahari terbenam saat senja.







Kabupaten Lumajang yang terletak pada 11253' - 11323' Bujur Timur dan 754' 823' Lintang Selatan. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang adalah 1790,90 km2. Kabupaten Lumajang terdiri dari dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru (3.676 m), Gunung Bromo (3.2952 m) dan Gunung Lamongan (1.668 m). Hal ini membuat tanah di Kabupaten Lumajang sangat subur.




Ketinggian daerah Kabupaten Lumajang bervariasi dari 0-3.676 m dengan daerah yang terluas adalah pada ketinggian 100-500 m dari permukaan laut. Hal ini menjadikan sebagian lahan di Kabupaten Lumajang adalah lahan perkebunan dan pertanian. Dampak dari adanya Gunung Semeru bagi Kabupaten Lumajang adalah belimpahnya tambang pasir di Kabupaten ini. Kondisi Gunung Lamongan yang diapit tiga danau atau penduduk local biasa menyebutnya "ranu" ini juga dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pembudidayaan ikan karamba. Selain itu keindahan alam Kabupaten Lumajang juga menjadikan Kabupaten ini memiliki obyek daya tarik wisata.
 
Perkebunan dan pertanian di Kabupaten Lumajang ini adalah salah satu sumber pemasukan Kabupaten Lumajang. Kondisi awal perkebunan di Lumajang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Terdapat dua pabrik, yaitu Pabrik Gula Jatiroto (1884) dan Pabrik Teh Kertowono (1910). Pabrik Gula Jatiroto adalah Pabrik Gula Terbesar, sehingga pada masa penjajahan Belanda, dimana saat itu Belanda yang dipimpin oleh Ratu Wilhelmina pernah berkunjung ke Jatiroto sebagai ungkapan syukur karena pabrik gula Djatiroto memberikan keuntungan yang sangat besar, sekitar 20 persen setiap tahunnya, sehingga mampu menyelamatkan perekonomian Negeri Kincir Angin.

Selama ini PG Jatiroto menyumbang 50% produksi gula nasional, namun mengapa masih belum mampu banyak membantu perekonomian nasional? Jelas masalahnya ada pada Teknologi Pabrik tersebut yang tidak lagi muda. Mesin-mesin dipabrik tersebut rata-rata adalah masih asli sejak jaman Belanda dan hanya mengalami peremajaan, bukan penggantian mesin-mesin baru yang mampu berproduksi lebih banyak. Padahal PG Jatiroto juga didukung dengan pasokan yang cukup oleh kebun tebu rakyat. Semula kapasitas produksi adalah 5000 ton gula pertahun. Sehabis peremajaan beberapa tahun lalu kini PG Jatiroto mampu menarget produksi 10.000 ton gula pertahun, dan diharapkan mampu mendorong perekonomian local dan nasional.
 
Konstribusi Kebun Teh Kertowono sendiri juga cukup besar bagi Kabupaten Lumajang. Proses produksi yang langsung diawasi oleh tester dari Inggris dimana sebagian besar produk ini diekspor ke Inggris dan sisanya dipasarkan di koperasi PTPN XII Kertowono. Produk teh ini adalah jenis black tea yang pertahunnya mampu diproduksi sekitar 1000 ton pertahun.

Referensi dari berbagai sumber.

2 komentar:

  1. Apa bisa melihat proses pembuatan teh secara langsung?

    BalasHapus
  2. pasti bisa, hub pihak humasnya.

    BalasHapus