Kamis, 14 Februari 2013

SIAPA YANG SALAH


SIAPA YANG SALAH
Solikan,S.Pd – World Education
Diantara damaiku tersirat akan cerita lugu dari anak-anak dan remaja masa kini bahkan orang dewasa di negeri kita, dengan polosnya menceritakan kejadian yang baru dialaminya, dia tidak menyadari bahaya apa yang akan dialaminya kelak,,bahkan dia juga dengan sadar dan tenangnya seakan tiak ada rasa akan arti norma dan etika bahkan terlebih takut akan murka Tuhan, apa yang mereka jawab “yang penting aku senang,”. Namun pada kesempatan ini saya akan membahas lingkup pada anak dan remaja di masa kini. Sepanjang perjalanan perilaku anak-anak dan remaja muda mudi jaman sekarang sudah tidak wajar, hal ini tidak lain dikarenakan faktor keluarga, pergaulan dan lain lain.
Kita lihat di kalangan SD ( sekolah dasar ) contoh :
1.      Merokok
2.      Narkoba
3.      menonton film porno
4.      seks bebas
Kita lihat dari kalangan anak SMP ( sekolah menengah pertama ) contoh :
1.      merokok di lingkungan umum memakai baju seragam
2.      memakai narkoba
3.      adanya kekerasan antar teman sebayanya
4.      menonton film porno
5.      melakukan seks bebas
Kita lihat di kalangan SMA ( sekolah menengah atas ) contoh :
1.      memakai narkoba
2.      tawuran antar pelajar
3.      merokok di sekolah dan lingkungan umum memakai seragam
4.      mengikuti geng geng yang membuat resah masyarakat
5.      menonton film porno
6.       seks bebas

Kita lihat dikalangan masyarakat umum contoh:
1.      Sifat individual berkurangnya rasa kebersamaan
2.      Adanya kekerasan  dalam rumah tangga
3.      Berkurangnya sopan santun
4.      Peselingkuhan masyarakat umum maupun oknum aparat
5.      Sek Bebas
6.      Persaingan antara berbagai kepentingan
Untuk itu orang tua harus mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan oleh anaknya agar tidak terjerumus oleh hal-hal yang negatif yang dapat menjerumuskannya dan membuat masa depannya hancur .Orang tua juga harus memberikan contoh dan perhatian yang sangat besar bagi anak-anak dan remaja. Minimal kita harus tau ciri anak yang baik/soleh yang antara lain berlaku baik kepada orang tua, menjauhi perbuatan tidak baik, melakukan ibadah, mengajak orang untuk berbuat kebajikan, menjauhi kemungkaran dan bersabar menghadapi cobaan, tidak sombong, bertutur kata baik, sopan, menghormati orang lain dan banyak lainya.
Salah satu perilaku yang dapat mengarah pada tanda-tanda kehancuran sebuah bangsa adalah perkembangan seksualitas yang cepat dan munculnya penyimpangan seksual. Disadari atau tidak, fakta tersebut terlihat secara nyata di negeri ini. Tidak hanya oleh orang-orang dewasa, perilaku penyimpangan seksual juga dilakukan anak-anak dan remaja.
Hati kita tentu terasa miris, sebagaimana kerapkali diberitakan, ketika ada anak dan remaja seusia Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan lingkup akademik telah melakukan berbagai penyimpangan salah satunya perkosaan terhadap lawan jenis. Bahkan, antarlawan jenis melakukan seks bebas dengan dalih suka sama suka. Mereka seringkali mengungkapkan alasan melakukan itu karena menonton “film-film biru”. Pada simpul ini, kita ketahui bahwa video compact disk (VCD) dan film yang berbau porno bisa memberikan pengaruh negatif bagi anak dan remaja terlebih bernbagai kemudahan lewat media yang secara langsung bisa mengaksesnya tanpa batas. Memang tak bisa dihindari jika perkembangan industri pornografi di negeri ini relatif pesat. Pada titik ini, anak dan remaja ternyata belum mendapatkan perlindungan maksimal dari bahaya pornografi. Dari berbagai penelitian terkait media dan komunikasi publik, tayangan dan bacaan yang terus-menerus dikonsumsi dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku. Media cetak dan elektronik yang beraroma pornografi tentu bisa mempengaruhi anak dan remaja.
Maka, kesadaran segenap pihak untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya pornografi dan seks bebas diperlukan. Orangtua perlu memantau perkembangan anaknya dan menaruh perhatian seksama. Ada tanggung jawab orangtua yang tidak boleh dilalaikan untuk mendidik anaknya agar mengetahui mana perilaku yang benar dan yang salah, mana perilaku yang susila dan yang asusila. Mengontrol tontonan layar kaca yang disaksikan anak juga perlu dilakukan. Orangtua semestinya memberikan pemahaman dan menjelaskan kepada anak terkait apa yang disaksikan di layar kaca. Kasih sayang dan perhatian orangtua yang proporsional menjadi sebuah keniscayaan untuk mencegah anak dari perilaku menyimpang. Pendidikan akhlak, budi pekerti, moral, dan semacamnya selayaknya mulai disosialisasikan sejak dari lingkungan keluarga serta tauladan yang baik dan benar dari semua komponen masyarakat mulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan pemerintahan
Begitu juga dengan pihak sekolah, nilai-nilai moral dan kesusilaan perlu ditanamkan kepada peserta didik. Pendidikan agama yang tercakup dalam kurikulum pendidikan harapannya bisa menyentuh kesadaran peserta didik sehingga memiliki perilaku mulia dan cerdas untuk menilai tindakan baik dan buruk. Piranti moral, akhlak, dan budi pekerti perlu dimiliki peserta didik, sehingga dapat membedakan mana yang positif dan yang negatif. Di lain pihak, industri media dan komunikasi perlu menyadari bahwa fungsi pers tidak sekadar mencari laba semata, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan. Pers harus menyadari perannya untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerahkan pikiran dan perilaku anak dan remaja.
Yang jelas kepedulian dari semua pihak untuk melindungi anak dan remaja dari pornografi, narkoba, sekbebas dan lain-lain tak bisa ditawar-tawar lagi. Kita sudah saatnya melindungi anak dan remaja sebagai generasi masa depan dari pengaruh buruk pornografi. Tanggung jawab melindungi anak dan remaja berada di pundak orangtua, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan institusi-institusi nonpemerintah bahkan pemerintahan sendiri yang memang peduli bahwa baik buruknya Indonesia ke depan ditentukan oleh generasi masa kini dengan ketauladanan para orang tua dan pemerintah. Kita tentu saja tak ingin menyaksikan anak dan remaja lebih suka gambar dan tayangan porno ketimbang melahap bacaan bermutu. Kita tak ingin anak-anak sekolah lupa menuntut ilmu dan memperkaya wawasan-pengetahuan karena terlalu nyamannya melakukan seks bebas.

Sebelum kehancuran anak dan remaja serta orang tua dan bangsa yang akan datang, mari kita bersama-sama memberikan contoh yang baik dengan tidak melakukan hal yang sekiranya menyimpang tersebut diatas,,,,amin mudah-mudahan kita semua bisa.

Referensi : Dari berbagai sumber

1 komentar:

  1. apakah anda pecandu narkoba dan ingin menghilangkan racun akibat dari narkoba yuk klik disini Obat Penghilang Kecanduan Narkoba | Obat Pecandu Narkoba

    BalasHapus