Kamis, 29 November 2012

KUMPULAN PUISIKU

 Oleh : Solikan,S.Pd
Ketika aku membuka catatan yang sudah lama tersimpan di dalam almari buku saya, lalu kutemukan beberapa kata-kata dalam bentuk cerita tulisan pendek. dan saya berfikir mengapa saya biarkan tidur lama di dalamnya, akhirnya kuambil dan kukumpulkan beberapa saja dari banyak tulisan itu dalam blog saya,,,


Sebait Cerita
Terlalu penat penantianku ini, sedang kan hatiku pasra,
Menanti segala kepastianmu, yang tak perna aku mengerti

Tiada aku menyangka  begini akhir sebuah cerita
Harapan akan cita, citra dan cinta tinggal mimpi dalam sebait cerita.

Kini hanya tinggal harapan yang terkapar
tercampak dari dinding hampa lalu umpat tersirat dari hati yang berkarat mengapa harus aku…..

Haruskah aku menangis dalam kegagalan, haruskah aku menjerit dalam sesal,
Ataukah aku hanya diam, diam menerima kenyataan
(By Solikan, 1992)


Sepi
Desah angin berdesir perlahan,menyadarkan duka kekeluan yang ada,
Rontok daunku dalam dingin yang menggigit mencekam kelam

Hanyut dalam sebuah hayalan
Lama aku menyimpan, lama aku memendam, lama aku terkoyak dan lama aku terkoyak
Namun angan selalu ada, impian akan kasih sayang tak perna hilang, yang selalu hadir dalam setiap hayalan.
Walau kutemukan banyak senyuman ,berusaha menyibak dan mengoyak,
Namun senyuman itu terus tersimpan, kubiarkan musna tak bias menembus hatiku yang dalam
Namun asa selalu ada, dan terus bergulir dalam alam fikiran, bersama munculnya sebuah hayalan
Biarlah …..biarkanlah aku hanyut dalam hayalan.


Memori angin malam
Hembusan angin malam terasa dingin
Menambah kesunyian dan kesepian hati
Remang pemandangan kala itu
Tiada setitik pancaran sinar menyatu

Semua diam membisu tanpa peduli
Hanya tinggal lentera tua
Dengan sinar kedip penuh kesedian
Menambah kesedian hati yang kian dilanda

Suasana dingin meyapalembut
Kesejukan dan kemesraan kian merasuk
Menyatu dalam seribu nuansa
Nuansa kasih cinta asmara
Malam penuh kenangan
Aku bangkit kuatkan iman
(By Solikan 22 Agustus 1992)



Kisah seorang salesman

Disana sepanjang marga
Bersenandung aku penuh duka
Panasnya terik matahari menantang
Tetesan keringat berjatuhan kuberharap mega dibenakku
Namun tak setetes airpun kutemukan
Terdiamaku dalam kesedianku
Kudatangi semua orang
Lalu kutawarkan barang bawaan
Namun apa jawabnya…….tidak
Tertawa aku jadinya, lalu kuterdiam diantara kepiluan
Tak terasa air mata bening mengalir perlahan
Mungkinkah ini sebuah cobaan
Tengah hari dibawah atap bambu
Ditengah dialam yang sepi aku terbaring
Merenungkan langkah-langkah baru
Namun tiada bekal sisa ditanganku
(By Solikan, Sales Th 1993)


Menatap masa depan
Angan-angan tiada bertepi
Baying-bayangpun tak kusadari
Hari-hari demi hari kuikiri
Hanya hari tak berhampir tak berhenti

Namun aku mengerti memanglah sudah saatnya aku harus mandiri
Disini aku menguji hati
Tuk meniti hari-hari nanti
Namun kusadari betapa sulit jadi orang tua dengan banyak rasa tanggung jawab

Disudut rumah diatas ranjang bertikar lusuh aku terdiam
Kupandang masa lalu kuingat masa lampauku betapa senangnya
Dulu tak kupikirkan akan hari mendatang dan kini baru aku kenang
betapa sulit mengais uang hanya kuli harian,
 sepertinya hidup hanya untuk makan  datang dan pergi
(By Solikan,Gempol,1993)

Gejolak
Kala itu aku larut dalam perasaan
Sulit aku terbwa arus egoisme
Namun aku tak tau
Haus bagaimana ku arahkan
Sentuhan tak terarah
Yang menggoncang jiwa
Jiwa yang telah lama terdiam
Banyak problema
Yang membawaku kedalam
Dimana aku terjebak didalamnya
Yang membuat aku tak tahan
Haruskah aku terlena dalam perasaan
Namun aku terbeban
Terbeban dalam nuansa ……..
Dimana………………………
Disitulah posisi aku didalamnya
(By Solikan, 24 September 1995)


MERPATI
Bismillahirohmanirrohim
Malam Ramadlon yang suci
Malam yang penuh diilhami
Terdengar sayup lambat bacaan ayat suci
Terasa menentramkan hati sanubari
Tersirat dalam hati sang merati
Merati terencana kataman surgawi
Namun sang merati lesuh tertunduk
Perasaaan bersalah pada Ilahi
Merpati yang siang itu riang
Kini terbaring diam
Terdengan suara kecil sang merpati
Menyebut nama Tuhanya “Allah…Allah”
Seketika sang merpati menutupkan kedua matanya
Dan lalu membukanya perlahan tenang menetes butiran airmata
Yang keluar dari mata sang merpati yang memerah karena takutnya pada Tuhannya
Kini merpati hanya berbaring sendiri
Mencoba menangkan dirinya namun sang merpati tak mamu]
Rasa mual sakit serta suara lalu lalang kendaran dijalan
Dengan suar keras letusan petasan ditambah suaa berisik terompet
Sang merati sadar malam ini adalam malam tahun baru
Semakin lama sang merpati terpaku
Semakin tak kuasa menahan cobaan yang selalu mengganggu
Tapi sang merpati rela, ikhlas
Atas segala yang ditimpahkan keadanya
Kini sang merpati berbaring lemas ditemani selimut bantal dan guling malamnya
Sang merpati berdo’a pelan pada Tuhannya
“Ya…Allah semoga semua yang telah Allah berikan padaku ada hikma terbaik bagiku untuk masa sekarang dan dimasa mendatang dan semoga Allah selalu berkenan membimbingku didalam setiap langkah-langkahku amin…”
Lalu sang merpati tersenyum lagi....
Karena hati sang merpati masih dilindungi oleh Allah
Untuk selalu direstui menyebut nama Sang Ilahi
Merpati sendiri
Merpati tak pernah merasakan sedih karena sendiri
(By Solikan, 01 Januari 1998 Kamis legi)
 


BAIT KECIL
Rentang usiaku tanpa kusadar
Ada kata terbesit dalam sentuhan bahasa
Sejalan seirama dengn do’a tanpa henti
Ayah dan Bundaku kaulah pelabuhanku
Disitulah kutemukan kedamaian tanpa kebohongan
Tulus hatimu menyanyangiku siang malam kau berikan
Kurasakan bait-bait kecil dalam hatimu
Aku sadar kumngerti tapi aku tak mau engkau terbebani
Kutakmampu kutakkuat tuk katakana sesuatu padamu
Hanya do’aku dalam setia langkah dan ibadahku
Kuselalu memohon keada-Nya berkati sayangi keduannya ya Allah…..
Berikanlah kedamaian dan keselamatan didunia dan kahiratnya
Ya ….Allah
Kuminta ampunan atas segala dosa dan kesalahannya
Kini kujadikan perubahan dalam segalanya
Banyak kesalahan dan kecerobohan pada diriku
Semua hanya aku yang tau
Kucoba selesaikan satu demi Satu demi Satu
Karma kusadar semua tanggung jawabku
Ku mamu tuk buktikan itu
Itu adalah itu
Karena itu sangat berarti bagiku
Itu dan itu harus jadi itu
Karena itu tujuan dan cita-citaku
Kujadikan itu bagian dari asaku
(By Solikan, 04 juni 1998. 23.10 wib)



Maafkan aku
Mohon maaf atas segala dosa dan salahku
Kini kuingat atas segalanya
Kusadar kuterlena atas segala nikmat dunia
Kotor jorok tak dierbolehkan itu
Tai mengapa kulakukan itu
Maafkan aku Ayah mohon maaf atas segala khilafku
Ampunkan san kasih serta bimbinganmu selalu kuharapkan
Sadarkan bimbunglah dan jaga hindarkan aku atassegala dosa
(By Solikan sabtu, 14 juni 1998-20.15 wib)


BAYANGMU
Diam gerak indah kataku
Lelah terusik karnamu
Kutak mampu berbuat hilang hasratku
Terkikis habis karNa bayang-bayangmu
Kini kudiam kupandang bintang
Dalam ge;lap kuterawang
Bintik-bintik sinar jauh  dari pandang
Samara-samar dating lalu menghilang
Kutak mau itu
Ki inginkan sinarmu yang kekal dan terang
Kautakmau itu
Kuinginkan sinarnu yang kekal dan terang
Tidak seperti bintang-bintang itu
Namun kucoba terus menerawang
Kuejamkanmata lelahku
Kurasakan getaran kusatukan batinku
Kuterperangah kutergagap
Kutaksadar kutertidur dalam impian
Tapi itu nyata bukan angan-angan
Kusadar kutau semua yang kubutuhkan adalah kenyataan
Bukan banyak memancing kebohongan dan keura-puraan
Kubenci itu dan kumuak itu
(By Solikan, 14 juni 1998-20.35 wib)

 

TENTANGMU
Terus terang kumikir tentangmu
Kutak bias lepaskan itu
Bahkan hari-hariku penuh denganmu
Namun kadang kuberselisih dengan bathinku atau entah akalku aku tak tau
Namun yang jelas terkadang terselip kata
Aku harus bagaimana  terus aku gimana kalau begini nanti gimana
Kucoba hilangkan semua kini tersisa kebenaran diatas kebenaran
Keastian tana kebohongan karena kusadar pasti ada
(By Solikan ,mingu 14 juni 1998, 17.10 wib)



HARAPKU
Kusadar jalan masih panjang
Hari-hari esok menjulang penuh harapan
Terkapar, kuterdampar kucoba pilih jalan mana kuberbuat
Lurus tanpa cacat nyata bukan hayalan
Kucoba cerna kucoba lengkai panjang dan berliku
Hariku tak henti pikirkan itu
Karena terus terang itu yang kumau
Kini kubutuhkan  satu dorongan
Berarti aku tak mampu tuk lakukaj itu
Kuingin ada yang patut tuk lakukan itu
Karena kubutuh dorongan semangatku
Hanya engkau yang mampu lakukan itu
Kuberharap mengertilah
Keberharap sadarlah akan itu
Sedikit sentuhan bahasamu yang tulus bukan tipuan
Bukan juga dorongan semu
 Hanya satu harap tulus murni dari hatimu yang putih
Tuk menyadarkan aku
Moga kau mengerti akan kejernihan pikiranku
Hanyaa itu hanya itu dan itu
(By Solikan ,minggu 14 juni 1998 17.30 wib)




20 JUNI
Perjalanku
Keharibaan Yang Mulia Ayahanda Guru
Ziara hari Guru Ke-81
Tapatnya tanggal 20 juni 1998
Kuberserahdiri kuasrahkan segalanya
Perjalanan suci tak henti kuberserah diri tak mamu katakana beta bahagia
Bertemu dengan mu Yang Mulia Ayahanda Guru
Illahi Anta Maghsudi WaridlokaMadlubi
Ya Allah hany ridho dan kasih-Mu yang aku pinta
Ya Allah hanya ridho-Mu aku berserah diri
Ya Allah hanya engkaulah yang mampu memeberikan keselamatanku
Ya Allah tiada yang lain yang kusembah hanya kepada-Mu
(By Solikan Medio 19980)



AKU
Malam / Pagi ini kudiam
Kuberfikir tak biasa rasanya kutuangkan
Kupendam dalam angan dan pikiran
Kucoba kubersabar kutenangkan namun kutergoda
Kucoba dan kucoba lagi muncul satu Saturday lama kucoba tuk katakan apa adanya
Benar apa kata semua tak dapat kupercaya
Sesak pikiranku dengna masalahku
Tak lain kutak mau orang lan tau
Aku sadar kucoba temukan pribadi yang satu itu
Tapi kenyataan apa, sama tak mau katkan dan mengerti aku
Aku bingung tak mampu katakan apa karena memang itu kenyataanku
Tapi kumohon padamu mengertilah parhatian itu jalan satunya
Namun sulit namun beda dengan harapanku atau hanya aku yang tau
Berat harus kukatakan apa kepadaku
Kucoba cerna dan terus bertanya padaku
Salahkah aku, kelirukah aku, atau hanya aku yang tak mau tau
Tapi aku berontak, kutersentak perang bathinku tuk melawan
Karena kutakmau dibohongi dan tak mau aku dicampuri
Tapi aku mau mengerti  begitu juga harapanku mengertilah aku
Memang ku akui halus nuraniku namun keras bathinku
Terus terang kutak mau satu dibohongi juga tak mau disiasati
Karena itu kutak mudah percaya
Sulit rasanya kupercaya  sulit sekali……
Karena kau tak perna katakana takerna kau ungkapkan
Banyak caramu banyak tingkah lakumu yang kau sengaja atau bukan
Tambah mengurangi kepercayaanku padamu
Kutak menuntut kamu juga tuk memaksamu
Karena kusadar kutau lingkungan tak mendukungku
Kusadar itu tapi coba mengertilah aku…..
(By Solikan,kamis 02 juli 1998 -00.15 wib)




PENANTIAN
Lelah pasrah kutengadah
Kubangun dalam cerah
Kucoba meniti kembali langkah bayangmu
Yang lama hingga kini belum pasti kutemui
Menanti dan terus menanti
Kucoba terus berjalan dan tak henti
Kucoba mengerti kucoba dengan langkah-langkah asti
Keraguan itu muncul sayub-sayub tak henti
Tertiup bisikan angin yang eduli
Aku tak mngerti bagaimana kusikapi bisikan itu
Terus dan makin tak henti menerpaku
Kucoba dan terus kucoba usir satu-satu
Habis terkikis sampai tak terlihat bahkan bangun tana kusadari
Kau yang selalu menyita alam pikiranku
Jangan ka uterus sembunyi dalam lading tak bertepi
Cobalah kau batasi dengan tembok-tembok pribadi
Biarkan alam pikiranku  kau tumpahkan padaku
Bukan coba redamkan dan pecahkan kalau itu mengkin
Bukan kau umbar dalam alam tanpa batas
Melangkah kearah tana batas-batas yang pasti
Mengapa tak bertepi
Coba kau mengerti  kendalikan pikiran-pikiran itu
Jangan kau turuti aku tau kaujuga merasakan
Apa yang ada dalam alam pikiranmu
Karena kusadar karena kungerti aku masih aku
Kucoba leaskan  dan kebebaskan sampai langkah terhenti
Cobalah mengerti…………..
Cobala menyadari………..
Pribadi-pribadi indahmu kunanti
Yang selalu murni berpakaian kain tanpa sembunyi
Tanpa noda namun apa adanya
Aku hanya mamu katakana itu satu bukan dua dan buka tiga
Aku apa adanya namun kutak mau kau beda
Aku berharap kau adalah kau bukan mereka atau dia
Pikirka itu bukan berarti kau paksakan
Rela dan ikhlas dalam hatimu yang ku tunggu
Bukan senyum kelabu dalam rajutan kalem esonamu
(jum’at 03 juli 1998)


HAYALKU
Sendiri kuterawang mentari
Siang ini kudiam renungkan
Ku inginkan kau disini tuk katakan banyak angan
Ku takmampu tuk pasrahkan bebanku
Kutak mengerti ku harus berbuat apa
Kucoba hubungi tapi samai hati tuk lakukan itu
Terhenti langkah hayalku kucoba bangkit
Namun kuterdiam lagi tak mampu
Hanya ungkakan hati tuk asrahkan sendiri
Kulempar pandangan jauh ditepi langit yang utih
Kusiman haraku, tenggelam dan terus tenggelam
Tak mampu aku pertahankanitu
Karena kusadar keterbatasanku
Kuberharap kau tau
Kuberharap kau mengerti
Namun tak kupaksakan hal itu
Karena kau tak tau itu
Andai kau tahu apa yang kursakan
Mungkin kau akan perna tau itu
Karena kutak perna katakanitu
Harap dan angan selalu ingin dekat dan bicara denganmu
Membias dan terus melebar laksana awan tebal disana
Lama juga akan memudar dimakan waktu dan hempasan angina
Menyebarrlah satu-satu habis tak tersisa seperti anganku itu
Kini hanya aku dan aku tetap aku bukan kamu
Harap asa selalu ada dalam diriku
Namun tetap terhenti karena kau tak tau akan aku
(By Solikan, jum’at 03-07-98)

RASAKU
Jauh terus kurasakan bayang kasihmu
Bayang kasihmu menjadi teman mimpiku
Sesaat kurasakan dan terus tenggelam
Sejujurnya ungkapan kata tak mampu padamkan rasaku
Kubutuh kejujuran hatimu
Seharusnya kau ungkapkan sebagai tanda ketukusanmu
Agar tak sirna harap dalam hatiku
Meskiun kini hanya bias tawamu yang tersisa
Dalam hariku tuk temani isi hati ku
Ada satu kata tersely dalam hatiku
Aku terlau curiga dan telalu cemburu itu yang ku tau
Salahkah aku bila aku bertanya
Jujurkah kauselam ini
Tentang rasa didalam hatimu
Hany kepura-puraaan atau sebaliknya
Kutak sanggub dengar dan hiraukan itu
Kuhanya pasrah dan berkata dalam hatiku
Kuredam kubaca dan kubiarkan membakar daam diriku
Kukan coba larutkan kedalam benakku terdalam
Kusadar kutakmau malu
Karena aku sadar aku benci semua itu
Kubangga atas ketulusanmu bukan kebohongan
(jum’at 1998)


PAGIKU
Gelap tanpa bayang
Terang tanpa warna
Sirna dalam samara mengemban
Lelah kuberjalan diam kuberangan
Kuterobos cela-cela sempit lalu kubangkit
Kusadar kutak mau terdampar dalam hasrat yang terkapar
Kuenggan lewatkan pagiku hilang melayang
Karena kutak mau sesalkan
Hanya menambah luka sukma
Kini ku hanya mamu harapkan
pagiku awal dari sepenuh harapan
Tuk menambah cerah hariku dimasa datang
(08-07-98)
 
PERCAYALAH
Dalam diamku kukatakan
Kau tau aku bohong padamu
Kuharap kamu percaya akan itu
Seandainya aku bisa ngomong namun ku tak kuasa ku tak mampu
Itu kelemahanku kumohon kau mengerti aku
Bila kudiam bukan aku punya masalah
Aku tau aku sadar kekuranganku
Ku tak mampu ungkapkan rasa dalam kata
Tapi ku mohon bener-bener aku mohon percayalah aku
Hanya ada satu asaku
Sejujurnya ku ucapkan lewat tulisan ini
“aku sayang padamu”(adik)
Semoga kamu dapat kuercaya sama seperti
Harapan keercayaan yang kamu pinta padaku
Ku tak mau ada kebihongan  kecurigaan antara kita
Kuharapkan juga kejujuran perhatian dan kasih saying
Dan juga pengertian darimu
Jangan buat aku terluka dan kecewa
Karena aku terlalu sayang padamu
Ku tau kamu tak mampu lepaskan satu itu
Tapi kumohon juga padamu “pikirkan sebelum kau lakukan”
Benarkah itu baik benarkah itu tak menyakiti orang lain
Sungguhkah aku berarti bagimu seberpa besarkah hak-ku
Masih banyak memang yang ingin kuungkapkan, kukatakan
Tapi kutak mampu
Ya udahlah kita lupakan aja, yang penting masa yang akan datang
Jangan ada kebohongan antara kita
(By Ima 12-07-98)

KURAGUKAN ITU
Kuterayun dalam langkah diamku
Kucoba tenangkan hasrat jiwaku
Bahagia sesaat kala itu
Tenggelam dalam indah rasaku
Teseret rasa sehati
Muncul tiba tanpa kesadari
Gemuruh ombak kujadikan saksi
Dingin malam kujadikan kunci
Kusadar mereka tak perna ingkari
Kubenci atas segala sikap dan pribadimu
Kumuak kuragu padamu
(By Solikan selasa, 04 -08-1998 2.00wib)



KALA ITU
Kuberjalan dalam remang malam
Sendiri kudiselimuti dingin malam
Angin malam menyapaku kala itu
Kuterdiam kuteringat kala itu
Dulu perna ku denganmu
Kini hanya aku dan dingin malam
Kucoba ingat kala itu
Indah sesaat namun sepat kubangkit]kutak tahan dingin malam ini
Kuambil selimut kutahan getarku
Lalu kudiam ku hanya berangan
(By Solikan 10-08-1998)


KUTAK BISA
Kusadar dalam diamku
Terusik angan tenangku
Kucoba katakan apa adanya padamu
Kutak bisa sembunyikan sesuatu padamu
Tapi kutak mau katakana bohong itu padamu
Kuberfikir kusadar aku takbisa benci pada siapapun
Kesalah pahaman ataukah sengaja aku takmengerti
Karna kusadar kutak perna lakukan sesuatu yang salah padamu
Kau bisa katakana apa yang bisa  kau katakan
Tapi aku tak mau ada perasaan luka diantara kita
Ku ingin ada saling percaya
Tapi kurasa belum ada rasanya kan kau coba
Selama ini apa yang harus kukatakan hanya kau ungkap sebagai kata hiasan
Hiasan atas segala kekuranganmu
Ataukah kau hanya tuangkan.
(By Solikan 20-08-1998)


AKU ADALAH AKU
Aku nggak tau harus bagaimana
kudiam kuberjalan selalu ada aja aral melintang,
terus terang aku katakan.
Bahwa aku adalah aku ungkap dengan sunggu nyata apa adanya.
Namun semua tak percaya kusadar
bahwa pada hari ini dari semua orang yang aku kenal
dalam seumur hiduku aku adalah satu-satunya.
Karena aku sadar aku tak akan tertinggal atau hilang
setiap pertanyaan dalam hidup saya,
aku adalah satu-satunya jawaban
setiap masalah dalam hidup saya
dan aku adalah satu-satunya pemecahanya
(By Solikan Medio, 28 Agustus 1998)



Kusadar itu salah
Kutak mau sejujurnya menyakitimu
Tapi kutak tahu mengapa keberbuat itu
(By Solikan, 21 Agustus 1998)



MENGERTILAH
Kusadar diantara kita kebimbanganmu
Akupun merasa hal itu, walau ku tak tahu pasti darimu
Akupun mengerti akan kekuranganmu
Kuaham atas segala cela-celaku
Akupun tak perna menghindar atas segala kelemahanku
Aku bersalah padamu
Bukan aku tak pedulikanmu
Bukan pula aku tak perna memerdulikanmu
Bahkan kusadar atas segala kesalahanku
Akupun tak memaksa kau mengerti
Sehrusnya aku dan aku mengerti
Kini hanya harap dan do’aku
Tenagkan segalapermasalahanmudan ermasalahnku
Khawatirku akan dirimu
Mengertilah akan dirimu
Yakinkan dirimu
Pastikan dirimu
Hanya do’a dan harap
Damailah kita selalu
Bangun….pupuk semangat dalam hatimu
Jangan sia-siakan waktumu
(By Solikan,22 Oktober 1998 jam 00.10 Wib)


Hari-hariku tak henti pikirkanmu
Kutak mapu lenyapkan itu
Antra suka dan curiga selalu ada
Kutak tahu mengapa…..
(By Solikan 21 Agustus 2000)


KUBERFIKIR
Terkadang kuberfikir aku egois
Namun sering kurenung
Tak sedikit aku menyesal apa yang telah kuperbuat
Selalu begitu dan terus begitu
Sesaat aku berfikir
Sesaat pula kusadar hal yang sama
Kucoba renungkan satu Satu
Perlahan kutau apa yang kumau
Namun ini hanya sebatas anganku
Namun ku selalu begitu
Dan terus begitu
Kucoba hulangkan satu per Satu
Sesaat hilang dari anganku
Dan kucoba perangi itu
Dan kusadar itu
Perlahan
Tertahan
Kudiam
Kapan
 sekarang
(By Solikan, 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar