Jumat, 04 November 2011

JARAN KONYONG Kesenian Asli dari Kecamatan Pasirian Kab. Lumajang

JARAN KONYONG Kesenian Asli Pasirian Lumajang
 Foto diambil saat Karnaval di Kab. Lumajang



Kesenian Jaran Konyong di Desa Pasirian Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, merupakan seni pertunjukan tradisional yang mengadaptasi kesenian Jaran Kencak. Kesenian ini sangat unik dari bentuk maupun penampilannya, karena meskipun bukan dari kuda yang sebenarnya tetapi orang yang menjadi kudanya, properti yang digunakan sangat mirip dengan kuda asli. Kesenian Jaran Konyong ini menarik untuk di kaji,  dan perlu di dokumentasikan dalam upaya pelestarian kesenian asli lumajang.
         

Hasil penelusuran data informasi kesenian jaran konyong ini adalah sebagai berikut:
1.       Kesenian Jaran Konyong diciptakan oleh Bpk. Dul Khalim sekitar tahun 1987 dan merupakan bentuk tiruan dari kesenian Jaran Kencak namun lebih ekonomis, praktis, efisien dan unik
2.       Berfungsi sebagai hiburan atau tontonan bagi masyarakat
3.       Penyajian Jaran Konyong dibagi menjadi 2 yaitu:
1)      Pra pertunjukan yang berisi persiapan-persiapan, Bagian pertunjukan yaitu mulai diadakan pertunjukan diawali musik pembuka, atraksi serta arak-arakan dan
2)      bagian akhir pertunjukkan berisi atraksi dan temangan,
4.       Bentuk penyajian gerak sangat sederhana dan tidak terikat, dengan komponen utama gerak kaki
5.       Musik pengiring yang digunakan berupa instrumen sederhana yaitu
1.       1 Gong,
2.       1 Kempul,
3.       2 Ketipung,
4.       3 Kenong,
5.       1 Saronen, dan
6.       1 Kecrek,
6.       Tata rias dan busana sangat sederhana di sesuaikan dengan tempat pertunjukan,
7.       Property utama yang digunakan berupa jaranan berbahan dasar kayu bambu serta kain,
8.       Pola lantai yang digunakan sangat fleksibel menyesuaikan dengan tempat pertunjukan,
9.       Tempat pertunjukan kesenian ini pada arena terbuka maupun tertutup serta.
                 














3.     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar