Senin, 14 November 2011

Pasir Laut Di Pantai Bambang Sumber Pendapatan Masyarakat Lumajang

Pasir Laut Bambang 
Sumber Pendapatan Masyarakat Desa Bago Di Lumajang
 Oleh : Solikan 


Di mana ada kemauan disitu ada jalan, ungkapan itu tepat bagi masyarakat desa bago Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang khususnya karena potensi sumber daya alamnya yang banyak menyimpan kekayaan alam yang dapat di manfaatkan untuk menambah pendapatan bahkan meningkatkan kesejahteraan, hal ini bisa dilihat masyarakat desa bago sebelumya hanya bekerja sebagai petani bahkan buruh tani yang tidak seberapa pendapatanya yang hanya menunggu 3-4 bulan masa panen. Tetapi dengan adanya sumber pendapatan baru yaitu dengan melakukan penambangan pasir laut yang dilakukan hanya separoh hari sehabis melakukan aktivitas di lahan pertaniannya.

 Proses penambangan tidak sesulit penambangan pasir dasar sungai karena pasir sudah tersedia berhektar-hektar luasnya dan itupun tinggal memasang alat ayak'an yaitu alat untuk menyortir pasir halus dari pasir kasar (lihat Foto), salah satu penambang sempat kami tanyakan proses penjualannya, beliunya mengatakan dengan logat madura " tidak sulit saya hanya ngayak (menyortir pasir halus dengan alat - Lihat foto ) terus dimasukkan kedalam sak ( karung plastik ) sore hari sudah diambil sama pengepulnya dengan harga Rp.1750/sak, penambang mengatakan setengah hari pendapatanya tidak kurang dari Rp. 35.000,- jika dijumlahkan dalam satu bulan Rp.1.100.000, dengan catatan hanya setengah hari.
 Foto beberapa alat tradisional (ayak'an)

Harapan kami sebagai warga pasirian penambangan pasir sebagai sumber pendapatan masyarakat bago khususnya lumajang pada umumnya itu baik-baik aja, cuman hendaknya diimbangi dengan pelestariannya, mengapa kami katakan begitu jika penggalian dilakukan tanpa usaha pelestariannya maka yang terjadi di bibir pantai tanaman kendugo istilah orang pasirian sudah hampir punah karena disisi utara penggalian dan disisi selatan omba terus beraktifitas sehingga tanaman tidak kuat menahan ombak, hal ini disebabkan posisi pasir diambil dengan kedalaman kurang lebih 2 -3 meter.

Mudah-mudahan pemerintah atau yang terlibat didalamnya yang pertama memperhatikan kesejahteraan masyarakat bago dengan tetap melakukan penggalian dengan perijinan yang syah dan harga yang standar,,,,,,,, serta juga memperhatikan pelestarian di pesisir lautnya dengan menanam kembali tanaman sehingga kekayaan alam yang ada dapat dimanfaatkan sampai masa depan tidak hanya bersifat sementara  aminnn....

Oleh : Solikan ( khan35.blogspot.com )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar